Kamis, 18 Juni 2015

BullWhip Effect

Mengenal BullWhip Effect pada SCM



Pengertian
Bullwhip effect merupakan istilah yang digunakan dalam dunia inventory yang mendifinisikan bagaimana pergerakan demand dalamsupply chain. Bullwhip yaitu cambuk, alat untuk mengendalikan sapi atau banteng. Konsepnya adalah suatu keadaan yang terjadidalam supply chain, dimana permintaan dari customer mengalami perubahan, baik semakin banyak atau semakin sedikit, perubahanini menyebabkan distorsi permintaan dari setiap stage supply chain. Distorsi tersebut menimbulkan efek bagi keseluruhan stage supply chain yaitu permintaan yang tidak akurat.
Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya bullwhip effect yaitu :
1. Demand forecast updating
Peramalan permintaan dilakukan oleh hampir setiap perusahaan karena tidak ada perusahaan yang bisa mengetahui pastiberapa produk yang akan diminta oleh pelanggan pada suatu periode tertentu. Tingkat akurasi ramalan biasanya meningkatsemakin kita mendekati periode yang diramalkan karena informasi seperti order dari pelanggan, situasi pasar dan sebagainyamenjadi semakin jelas. Untuk mengakomodasikan informasi dan pengetahuan terbaru ke dalam ramalan, setiap saatperusahaan harus melakukan pembaharuan (updating) terhadap ramalan tersebut. Beberapa studi yang dilakukan penelitimenimpulkan bahwa model ramalan yang digunakan bisa berpengaruh terhadap intensitasbullwhip effect. Untuk permintaanyang bersifat acak dengan distribusi yang identic bullwhip effect bisa lebih besar jika ritel menggunakan model peramalanexponential smoothing, dibanding dengan metode moving average. Hasil penelitian juga mengatakan bahwa ramalan yang lebihhalus bisa mengurangi bullwhip effect. Jadi, kalau misalnya perusahaan menggunakan model peramalanexponential smoothing, koefisien alpha yang lebih kecil (yang berarti bahwa permintaan terkini diberikan bobot yang kecil) bisa mengurangibullwhip effect.
2. Order batching
Order batching diperlukan karena proses produksi dan pengiriman produk tidak akan ekonomis bila dilakukan dalam ukurankecil. Pada model-modelinventory yang berdasarkan prinsip economic order quantity (EOQ) kita bisa mengerti bahwa ukuranpesanan yang terlalu kecil akan mengakibatkan ongkos-ongkos pesan yang terlalu besar. Perusahaan yang mengaplikasikansistem MRP biasanya menggunakan model-model lot sizing, yang pada hakekatnya sama dengan order batching. Sama halnyadengan Silver Mealleast unit cost dan sebagainya pada prinsipnya dikembangkan untuk membantu perusahaan untukmenentukan ukuran lot yang ekonomis.Penelitian menunjukkan bahwa pola pesanan yang dibuat dengan mengikuti model Silver Meal akan mengakibatkan variabilitas yang berbeda dengan yang ditentukan berdasarkan model least unit cost.
3. Fluktuasi harga
Apa yang anda lakukan jika anda sebagai manajer sebuah ritel supplier yang tiba-tiba memberikan diskon 10% untuk produk-produk tertentu? Pastilah anda akan membeli lebih banyak dari ukuran pesanan normal. Fenomena seperti ini sering terjadi.Ritel atau toko melakukan forward buying(membeli lebih awal) sebagai respon terhadap penurunan harga yang sifatnyatemporer, yang akan berakibat pada prediksi pusat distribusi. Akibatnya pusat distribusi akan memesan dengan jumlah besarke pabrik. Pabrik merespon dengan meningkatkan aktivitas produksi, bisa dengan lembur atau jasa luar, dan menambahpemesanan bahan baku ke supplier.Apa yang terjadi? Pada saat material akan dikirim ke pabrik, penurunan harga sudahberakhir dan ritel maupun toko-toko memiliki stock yang cukup besar. Mereka tidak akan memesan lagi dalam waktu 2 atau 3bulan karena memang permintaan konsumen akhir sebenarnya tidak berubah.
4. Rationing & Shortage Gaming
Pada situasi dimana permintaan lebih tinggi dari persediaan, penjual sering melakukan apa yang disebut rationing, yakni hanyamemenuhi seratus persen pesanan pelanggan, namun hanya sekian persen dari volume yang dipesan. Jadi, kalau persediaanyang ada hanya 800 unit dan pesanan seluruhnya ada 1000 unit, maka semua pelanggan hanya dialokasikan 80% daripermintaan.mengetahui bahwa permintaan mereka sering tidak dipenuhi seluruhnya, banyak pelanggan yang berupayamembesarkan ukuran pesanan mereka dengan harapan kalau dilakukan rationing, mereka masih memperoleh jumlah yangcukup.
Cara seperti ini merusak informasi pasar pada supply chain. Pemain yang ada pada bagian hulu tidak akan pernahmendapatkan informasi pasar yang mendekati kenyataan akibat motif gaming dan spekulatif yang dilakukan oleh pelangganmereka. Pabrik yang ada di bagian hulu tidak akan dengan mudah membedakan antara kenaikan pesanan yang bermotifspekulatif dan peningkatan pesanan yang murni.
Pengurangan bullwhip effect bisa dilakukan apabila penyebabnya dimengerti dengan baik oleh pihak-pihak pada supply chain.Beberapa pendekatan yang diyakini bisa mengurangi bullwhip effect adalah sebagai berikut :
1. Information Sharing
Infiormasi yang tidak transparan akan menyebabkan banyak pihak pada supply chain melakukan kegiatan atau dasar ramalanyang tidak akurat. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengurangi bullwhip effectadalah dengan membagi informasipermintaan ke seluruh pemain supply chain, termasuk pusat distribusi, pabrik maupun pamasok komponen atau bahan baku.
2. Memperpendek atau mengubah struktur supply chain
Semakin panjang dan kompleks struktur suatu supply chain, semakin besar terjadi distorsi informasi. Oleh karena itu cara yangbaik untuk mengurai bullwhip effect adalah dengan merubah struktur supply chain sehingga menjadi lebih pendek ataumemungkinkan terjadinya pertukaran informasi lebih lancer.
3. Pengurangan ongkos-ongkos tetap
Inovasi pada manajemen transportasi dan distribusi banyak membantu pengurangan bullwhip effect. Penggunaan jasa logisticjuga bisa mengurangibullwhip effect karena mereka bisa menggabungkan pengiriman produk yang dimiliki oleh perusahaanyang berbeda-beda dalam satu truk
4. Menciptakan stabilitas harga
5. Pemendekan lead time
Bullwhip effect mengakibatkan banyakj inefisiensi pada supply chain. Misalnya pabrik memproduksi dan mengirim lebih banyak dariyang sesungguhnya dibutuhkan akibat salah membaca signal permintaan dari pemaih hilir supply chain. Kegiatan di pabrik danpemasok menjadi fluaktuatif sehingga terkadang mereka harus lembur menghadapi pesanan yang berlebih. Bullwhip effect bisadikurangi dengan mengerti terlebih dahulu sebab-sebabnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar