Kamis, 18 Juni 2015

Konsep dan Jenis Jenis Tata Letak Gudang

Konsep Dan Jenis Tata Letak  Di Gudang

Management gudang merupakan system pengoperasian gudang yang dapat memaksimalkan fungsi dari gudang itu sendiri.hal yang mendasar dari hal tersebut adalah konsep dari tata letak barang di gudang itu sendiri.ada beberapa konsep mengenai tata letak penempatan barang di gudang.dengan demikian juga tidak akan maksimal jika semua persyaratan gudang belum dilengkapi atau tidak sesuai dengan persyaratan yang ada.di karenakan hal tersebut akan menjadi kendala didalam sebuah gudang.namun dengan demikian  mengingat " Cost " atau biaya yang di gunakan cukup lumayan, maka dengan itu dapat diminimalkan dengan me review seluruh kebutuhan produksi maupun penjualan kebutuhan maksimal dan kebutuhan minimal dengan kondisi gudang yang ada saat ini.


adapun beberapa konsep tata letak penempatakan Barang di gudang sebagai berikut :
  • Pembagian Tempat suatu barang ,pada pembagian tempar barang di bagi beberapa jenis 
    tempat barang dapat di sesuaikan dengan ketahanan suhu dikarenakan adanya beberapa barang yang disimpan digudang tidak dapat semuanya dapat ditempakan pada suhu yang berbeda contohnya barang yang tidak bisa di tempatkan pada suhu yang dingin atau lembab atau juga dengan suhu yang panas.sehingga menimbukan kerusakan pada barang tersebut dan menurunkan kualitas dari barang tersebut, selain itu juga penempatan barang sesuai dengan kebutuhan permintaan produksi yang ditinggi alangkah baik nya barang tersebut di tempatkan ditempat mudah dijangkau dan aman sehingga mudah di akses petugas dan meningkatkan dengan maksimal dari konsep tata letak penempatan barang itu sendiri.
  • Pembagian tempat sesuai dengan dimesi ukuran maupun berat
  • didalam suatu gudang terdapat beberapa macam puluhan ratusan ribuan bahkan jutaan jenis barang yang pastinya akan berbeda sesuai dengan type jenis barang dan ukuran dan berat yang berbeda dengan pembagian tempat tersebut dapat memaksimalkan penempatan sehingga tidak mempersulit pada saat proses pengambilan dan akses keluar masuk barang.
  • Label Kartu stock , setiap barang yang ada di gudang lebih baik diberikan dengan fungsi agar mudah di monitoring persentase banyak nya barang keluar masuk gudang dan mempermudah petugas.
  • Desain Gudang , dari beberapa penjelasan diatas tidak dapat di lepaskan dengan adanya mengenai desain gudang .desain gudang ini merupakan tata letak pemisahan dari jalur penerimaan dan pengeluaran barang yang nantikan akan mempermudah proses kegiatan gudang.
RECEIVING & SHIPPING


Penempatan departemen penerimaan (Receiving) dan pengiriman (Shipping) berpengaruh besar terhadap aliran material. Departemen penerimaan tempat dimulainya aliran material, sedang departemen pengiriman merupakan akhir dari aliran material.

Sentralisasi departemen penerimaan dan pengiriman mempunyai beberapa keuntungan, yaitu : memaksimalakan penggunaan peralatan, memaksimalkan penggunaan personal, efisiensi ruangan, dan pengurangan biaya fasilitas.

Tujuan tata letak gudang (warehouse layout) adalah untuk menemukan titik optimal antara biaya penanganan bahan dan biaya-biaya yang berkaitan dengan luas ruang dalam gedung. Sebagai konsekuansinya adalah memaksimalkan penggunaan sumber daya (ruang) dalam gudang, yaitu memanfaatkan kapasitas secara penuh dengan biaya perawatan material rendah. Biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan tranfortasi material masuk, penyimpanan, dan transformasi bahan keluar untuk dimasukkan dalam gudang. Biaya-biaya ini meliputi peralatan, orang, bahan, biaya pengawasan, asuransi, dan penyusutan. Tata letak gudang yang efektif juga meminimalkan kerusakan material dalam gudang.

Intinya gudang diharapkan berfungsi untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya dan memaksimalkan pelayanaan terhadap pelanggan dengan sumber yang terbatas. Maka dalam perencanaan gudang dan sistem pergudangan diperlukan hal-hal berikut ini :

Memaksimalkan penggunaan ruangan
Memaksimalkan penggunaan peralatan
Memaksimalkan penggunaan tenaga kerja
Memaksimalkan kemudahan dalam penerimaan seluruh material dan pengiriman material
Memaksimalkan perlindungan terhadap material
Jenis Inventory

٥    Raw material (Bahan baku)

٥    Work-in-progress (Setengah Jadi)

٥    Maintenance/repair/operating supply

٥    Finished goods (Barang Jadi)

Dari beberapa jenis gudang di atas, penyimpanannya dilakukan dengan beberapa cara. Antara lain dengan masa waktu penyimpanan, yang dibedakan menjadi dua yaitu gudang temporare yang berarti material yang disimpan hanya untuk sementara, dan gudang semi permanent yaitu tempat untuk penyimpanan material yang kemudian siap untuk dilakukan pengiriman material.


1. Penyimpanan Sementara

Suatu proses produksi yang dilakukan dengan melewati beberapa proses akan menghasilkan material setengah jadi, yaitu material yang harus menunggu dilakukan proses berikutnya. Barang setengah jadi ini yang telah diproses pada suatu proses harus disimpan dahulu untuk melaksanakan proses berikutnya. Untuk material setengah jadi proses penyimpanan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, material tersebut disimpan dalam tempat tertentu yang agak lama untuk proses berikutnya sampai material tersebut diperlukan kembali. Kedua, menaruh barang setengah jadi tersebut dengan berada dekat mesin atau tempat kerja.

2. Penyimpanan Semi Permanent

Penyimpanan semi permanent merupakan penyimpanan untuk material- material menunggu perintah untuk dikeluarkan. Yang termasuk dalam penyimpanan ini adalah material produk jadi, material sisa, skrap, dan barang buangan yang masih sering dibutuhkan.

Aliran barang serta tata letak dalam gudang. Hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah:
  • Tata letak ruang untuk semua kegiatan.
  • Lokasi fisik barang di area penyimpanan (massal).
  • Bagaimana barang akan mengalir ke dalam dan keluar dari fasilitas gudang.
Tujuan mendefinisikan aliran dan tata letak dalam fasilitas gudang adalah untuk mengoptimalkan efisiensi arus barang melalui operasi atau kegiatan yang berbeda.
Tahapan pergerakan barang di dalam gudang sebagai berikut:
  • Penerimaan barang dan rotasi barang tersebut.
  • Penyimpanan barang.
  • Pergerakan barang dari tempat penyimpanan ke area pemilahan.
  • Pemilihan barang termasuk pengepakan atau perakitan ulang.
  • Pengeluaran atau pengiriman barang.
Sebisa mungkin pergerakan barang harus mencapai gerakan berkelanjutan melalui suatu proses dan meminimalkan jarak perjalanan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Ada dua pilihan tata ruang yang biasanya dipakai, yaitu “through-flow” dan “u-flow”.
Keuntungan memakai u-flow:U-Flow
  • Karena daerah penerimaan dan pengiriman berdampingan, ruangan dapat digunakan secara fleksibel, terutama jika kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada waktu yang berbeda pada hari kerja. Hal ini dapat menghemat ruang secara keseluruhan.
  • Demikian pula, personil dan peralatan dapat digunakan dengan cara yang fleksibel, mengurangi kebutuhan untuk sumber daya secara keseluruhan.
  • Karena akses utama ke gedung hanya satu tempat, maka keamanan lebih mudah untuk dikelolah.
  • Tempat untuk area penyimpanan bisa lebih besar atau banyak.
Bentuk dari through-flow seperti di bawah ini:
Through Flow


reference :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar